Uji bengkel sederhana untuk menyaring sampel bahan lembaran
Sebelum membayar uji laboratorium, pengrajin dan merek kecil bisa menyaring sampel bahan dengan cek sederhana di bengkel sendiri. Cek ini murah dan cepat, dan cukup untuk membuang sampel yang jelas tidak cocok. Catatan ini menjelaskan lima uji bengkel sederhana itu, cara mencatatnya supaya hasilnya bisa dibandingkan, dan batasannya. Satu hal harus jelas dari awal: cek bengkel adalah penyaring, bukan bukti. Hasilnya tidak boleh dipakai sebagai dasar klaim di label.
Persiapan
- Minta lebih dari satu potong dari lembaran yang sama, ukuran minimal sebesar telapak tangan, dan catat nomor lot atau tanggal terimanya.
- Potong tiap sampel menjadi beberapa lajur: sebagian searah panjang, sebagian searah lebar. Bahan lembaran sering beda perilaku di dua arah.
- Siapkan lembar catatan, penggaris, timbangan dapur yang bisa menunjukkan gram, kain putih, dan jam.
- Biarkan sampel di ruangan yang sama selama satu hari sebelum dicek, supaya suhu dan lembabnya sama.
Cek 1: lipat
Lipat satu lajur dua kali di tempat yang sama, lalu buka. Lihat garis lipatnya: apakah ada retak halus, perubahan warna, atau lapisan yang terangkat? Lalu lipat dan buka lajur itu seratus kali sambil menghitung, dan lihat lagi. Catat jumlah lipatan dan apa yang terlihat. Ini bukan uji lipat standar. Cek ini hanya menunjukkan sampel yang menyerah cepat.
Cek 2: gosok
Gosok permukaan dengan kain putih kering, lalu dengan kain putih yang dibasahi, dengan tekanan dan jumlah gosokan yang sama untuk semua sampel, misalnya lima puluh kali. Lihat kain: apakah ada warna yang pindah? Lihat permukaan: apakah ada bagian yang kusam atau mengelupas? Catat. Perpindahan warna ke kain putih penting kalau produk akan bersentuhan dengan pakaian.
Cek 3: basah
Timbang satu potong kering, rendam dalam air bersih selama waktu tetap, misalnya satu jam, angkat, tepuk dengan kain, lalu timbang lagi. Hitung kenaikan berat dalam persen. Ukur juga panjang dan lebar sebelum dan sesudah kering. Catat apakah bahan melengkung, kaku, atau berubah rasa. Untuk bahan dari selulosa, cek ini sering paling menentukan.
Cek 4: jahit
Jahit dua potong dengan benang dan jarum yang akan Anda pakai di produksi, lalu tarik jahitannya perlahan sampai terasa tertahan. Lihat lubang jarum: apakah merobek ke arah tepi? Lalu lepas jahitan dan lihat lubang bekasnya. Catat jenis jarum dan benang. Bahan yang terlalu mudah robek di lubang jarum sulit dijadikan tas atau dompet.
Cek 5: tepi potong dan bau
Potong tepi dengan gunting dan dengan cutter. Lihat tepinya: bersih, bergerigi, atau berserabut? Apakah lapisan terpisah dari dasarnya? Cium sampel saat baru dibuka dan sesudah sehari. Bau yang kuat bisa jadi masalah di ruang kerja dan di produk. Catat apa adanya.
Cara mencatat
Untuk tiap sampel dan tiap cek, tulis: tanggal, siapa yang mengerjakan, nomor lot, arah potongan, tekanan atau jumlah yang dipakai, dan hasil dengan kata yang sederhana. Foto setelah tiap cek, dengan penggaris di samping. Dengan catatan begini, dua sampel dari dua pemasok bisa dibandingkan dengan adil.
Batasan uji bengkel sederhana
- Cek bengkel tidak bisa menggantikan uji standar. Angka dari uji laboratorium dibuat dengan alat dan metode yang sudah ditetapkan.
- Hasil dari satu potong tidak mewakili satu lot, apalagi seluruh produksi.
- Jangan menulis “teruji” di label berdasarkan cek ini.
- Kalau sampel lolos semua cek, itu hanya berarti layak diuji lebih lanjut.
Kalau sampel Anda bahan baru
Untuk bahan lembaran baru, termasuk yang dari kelapa, lebih penting lagi mencatat tahap produk sampelnya sebelum membaca hasil cek. Bahan kelapa milik Kora belum mencantumkan data uji maupun tahap produk. Daftarkan minat Anda lewat daftar minat sampel kalau ingin Kora tahu sifat apa yang perlu Anda ukur. Panduan memilih bahan secara umum ada di halaman memilih bahan.
Tanya kami
Kalau Anda ingin mengirim hasil uji bengkel sederhana atau daftar sifat yang penting bagi produk Anda, tulis lewat halaman kontak. Kami balas dalam dua hari kerja dan bilang terus terang apa yang bisa dan belum bisa dinyatakan Kora.
Pertanyaan yang sering diajukan
Cek bengkel apa saja yang bisa menyaring sampel bahan lembaran?
Lima cek: lipat (lipat dua kali, lalu lipat dan buka seratus kali), gosok (kain putih kering lalu basah), basah (timbang sebelum dan sesudah direndam waktu tetap), jahit (jahit dua potong lalu tarik), serta tepi potong dan bau. Pakai tekanan dan hitungan yang sama untuk semua sampel.
Bolehkah saya menulis teruji di label setelah cek bengkel sederhana?
Tidak. Cek bengkel hanya penyaring, bukan bukti, dan satu potong tidak mewakili satu lot. Cek ini tidak bisa menggantikan uji standar yang memakai alat dan metode tetap. Sampel yang lolos hanya berarti layak diuji lebih lanjut.
Bagaimana mencatat cek bengkel agar sampel bisa dibandingkan dengan adil?
Untuk tiap sampel dan tiap cek, tulis tanggal, siapa yang mengerjakan, nomor lot, arah potongan, tekanan atau jumlah yang dipakai, dan hasil dengan kata sederhana, lalu foto di samping penggaris. Potong lajur searah panjang dan lebar, sebab arah bisa mengubah perilaku bahan.
Apa yang dicatat lebih dulu bila sampel saya bahan baru seperti lembaran dari kelapa milik Kora?
Catat tahap produk sampel itu sebelum membaca hasil cek. Kora belum mencantumkan data uji maupun tahap produk untuk bahan lembaran dari kelapanya. Daftarkan minat lewat daftar minat sampel agar Kora tahu sifat apa yang perlu Anda ukur.